bayi-yesus Sebentar lagi natalan lagi. Orang-orang berbondong-bondong pergi ke gereja untuk mengenang kelahiran seorang bayi yang membuat penguasa pada saat itu ketakutan luar biasa. Seorang bayi yang dilahirkan dari seorang wanita miskin yang terlunta- lunta di kota Betlehem akibat tidak mendapatkan tempat untuk bermalam. Sang bapak dan ibu harus pergi ke Betlehem untuk mematuhi perintah sang kaisar yang sedang mengadakan sensus penduduk. Tak dapat penginapan terpaksalah kedua orang tersebut tinggal di kandang domba karena hari telah larut. Karena waktu melahirkan sudah tiba kemudian sang ibu bersalin disitu. Bayi tersebut kemudian diberi nama Yesus atau menurut adat bangsa Jahudi bernama lengkap Yesus bin Yusuf mengikuti nama sang ayah. Si ibu, Maria Magdalena telah melahirkan seorang putra yang kelak dikemudian hari membuat geger banyak kalangan. Sang anak yang memunculkan pro dan kontra dikalangan sebangsanya sendiri.  Tak berapa lama setelah kelahiran sang bayi datanglah sekelompok orang Majus ke kota Jerusalem dan bertanya-tanya kepada penduduk dimanakah tempat kelahiran raja yang baru lahir. Tentu saja pertanyaan ini membuat gempar penduduk Jerusalem karena Herodes masih berkuasa dan dalam keadaan sehat. Akhirnya pertanyaan ini sampai ketelinga raja dan membuatnya berang. Herodes membuat tipu daya agar dapat mengetahui keberadaan sang bayi dan kemudian menghabisinya. Maka raja mengumpulkan para imam dan kaum Farisi dan menanyakan akan peristiwa tersebut. Jawaban mereka tentu saja membuat raja terkejut karena sesuai dengan nubuat nabi akan lahir seorang pemimpin di kota Betlehem. Kemudian raja secara diam-diam memanggil orang Majus tersebut keistananya dan memberitahukan tempat kelahiran sang raja saingannya dan berpesan kepada mereka agar mampir lagi keistana setelah menemui sang bayi agar diapun menemui sang bayi dan menyembah sujud kepadanya. Karena diberitahukan oleh malaikat akan niat sang raja, sang orangtua segera membawa sang bayi ke Mesir dan orang Majus pun pulang kenegerinya lewat jalan lain. Berang karena tipu dayanya gagal Herodespun memerintahkan untuk membunuh semua bayi berumur 2 tahun kebawah yang lahir di kota Betlehem dan sekitarnya. Barulah setelah sang raja wafat mereka berani kembali ke tanah airnya tetapi ketika diketahui bahwa pengganti Herodes adalah Arkhelaus anaknya, Yusup dan Maria berbelok arah dan tinggal di kota Nazaret daerah Galilea. Disinilah Yesus menjalani masa kecilnya hingga ia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis sehingga iapun disebut  Yesus dari Nazaret. Setelah Yohanes Pembaptis ditangkap oleh Herodes, Yesus menyingkir dan bertempat tinggal di Kapernaum di daerah Zebulon Naftali, suatu daerah yang Yesus tidak berhak memiliki tanah disitu karena Yesus adalah keturunan Daud (Yehuda). Dari sinilah kemudian perjalanan hidup dan misi Yesus dimulai. Setelah melahirkan Yesus, Maria masih melahirkan anak-anaknya lagi dan menjadi saudara-saudara Yesus. Yesus adalah anak sulung Yusuf dan Maria dan sesuai hukum Taurat semua anak sulung orang Israel adalah  milik Tuhan Yahwe dan harus ditebus dengan persembahan sesuai dengan kemampuannya. Orang tua Yesus menebus Yesus sesuai dengan kemampuan keuangannya dengan mempersembahkan burung merpati di Bait Yahwe, suatu persembahan minimum yang dilakukan oleh orang miskin. Tak banyak yang diketahui mengenai masa kecil Yesus kecuali ketika ia disapih dan ketika orangtuanya kehilangannya selama 3 hari sepulangnya dari bait Yahwe di Jerusalem. Yesuspun sangat patuh kepada ibunya sehingga atas suruhan ibunya melakukan mukjizat sebelum waktunya. Hidup sebagai tukang kayu seperti bapaknya, demikianlah Yesus menafkahi dirinya sampai kemudian dia memulai misinya pada usia 30 tahun.  Tak diketahui pula darimana Yesus belajar sehingga ia bisa baca tulis bahkan dalam bahasa Yunani sekalipun, suatu bahasa yang bergengsi dalam pergaulan masyarakat pada saat itu. Sulit dimengerti bagaimana Yesus bisa memperoleh pendidikan dengan latar belakang orang tua yang miskin karena pada saat itu pendidikan adalah untuk kaum bangsawan. Demikian halnya dalam bidang agamapun Yesus membuat para imam heran karena kemampuannya menafsirkan kitab para nabi. Dari mana dia mendapatkan pengajaran itu tanya mereka. Yesuspun dalam pergaulan sehari-harinya mempergunakan bahasa Yunani bahkan dalam menyiarkan ajarannya kepada khalayak ramai.  Yesus mengajar di rumah ibadat bukan ditempat lainnya, tetapi karena banyaknya rakyat yang ingin melihatnya karena perbuatan ajaibnya maka tak heran Yesuspun diikuti dan dicari sampai kerumahnya. Inilah yang mengakibatkan Yesus merasa terganggu dan selalu menyingkir ketempat lain. Tak jarang pada pagi-pagi benar Yesus sudah harus berangkat untuk menghindari massa dan pernah pula genteng rumahmya dibongkar agar dapat memasukkan orang lumpuh dari atas walaupun akan hal ini Yesus merasa takjub akan kepercayaan mereka. Seperti diketahui, Israel pada saat itu adalah daerah taklukan kekaisaran Romawi. Walaupun kekaisaran Yunani telah runtuh dan digantikan oleh kekaisan Romawi, tetapi politik, kesenian, dan olah raga tetap dipertahankan oleh penguasa baru. Yesus dibesarkan dalam lingkungan Yunani yang pluralistik. Yesus mampu melakukan mukjizat yang belum pernah dilakukan oleh nabi-nabi sebelumnya. Mukjizat penyembuhanlah yang paling banyak memancing perhatian orang untuk mencari dan menemuinya. Pada saat kehidupan Yesus didunia ini, bangsa Yahudi sedang menanti-nantikan kehadiran seorang pemimpin atau pembebas (mesias) dari segala bentuk  penindasan bangsa lain terhadap bangsa Yahudi dan membawa kejayaan bangsa Israel seperti ketika jaman Salomo dengan bait Yahwe sebagai pusat pemerintahan. Sang pembebas atau pemimpin tersebut dibayangkan sebagai seorang yang karismatik, berotot, garang, dan gagah yang akan memimpin bangsa Yahudi didalam pertempuran melawan bangsa penjajah. Mengenai mesias ini sudah dituliskan oleh Musa didalam kitab Taurat yang mengatakan bahwa setelah Musa akan datang seorang yang lebih besar darinya dan menyerukan agar umat Israel menurutinya. Yesus tidak berotot kekar, dia lemah lembut dan penyayang demikianlah kesan orang yang pernah bertemu dengannya. Yesus jauh dari gambaran sang mesias yang ditunggu-tunggu walaupun sesuai dengan silsilah keluarganya dari garis ayah, Yesus adalah keturunan Daud dan lebih lagi Yesus adalah keturunan raja Yehuda terakhir yang memerintah tanah Yehuda sebelum kerajaan Israel musnah oleh penaklukan bangsa Babel. Dari garis silsilah ini Yesus sebenarnya dapat menuntut tahta kekuasaan Israel dan dengan gampang dapat memobilisasi massa untuk melakukan perlawanan fisik terhadap penguasa. Yesus sesuai dengan garis keturunannya berhak atas tahta Daud. Yesus pantas menjadi raja Israel berdasarkan garis keturunan yang dimilikinya.Tak heran jika rakyat banyak memanggilnya dengan sebutan Yesus anak Daud. Tetapi akan hal ini Yesus tidak mempunyai ambisi. Kedatangannya selalu ditunggu oleh rakyat walaupun tidak semua dapat menerimanya dengan sepenuh hati.Yesus tak pernah secara terus terang didepan umum memberitahukan siapa dirinya. Inilah yang menimbulkan tekateki dikalangan rakyat mengenai siapakah dia. Ada yang mengatakan nabi, Elia, guru, penjelmaan Yohanes Pembaptis, orang kudus atau yang kudus dari Allah, sedangkan Yesus sendiri banyak sekali menyebut kata-kata anak manusia, anak, putra dalam pengajarannya yang khalayak tidak mengerti kepada siapa kata-kata itu ditujukan. Hanya jawaban Petrus saja yang dibenarkan oleh Yesus tetapi itupun dilarang oleh Yesus untuk diberitahukan kepada kalayak ramai. Bahkan pertanyaan para tua-tua bangsa, ahli Taurat, para imam, Farisi, Saduki selalu dijawabnya dengan jawaban yang memusingkan mereka. Juga dalam pengajarannya kepada rakyat umum Yesus banyak mempergunakan perumpamaan, hanya kepada murid-muridnya sajalah Yesus menjelaskannya secara terus terang. Satu hal yang jelas bahwa Yesus ingin mereka melihat perbuatan ajaib yang dilakukannya dan dari situlah sebenarnya jawaban atas pertanyaan mereka. Inilah yang dimaksudkannya ketika mengatakan “Mereka melihat tapi tidak melihat, mereka mendengar tapi tidak mendengar”. Bagaimanapun hebatnya mukjijat yang dilakukan Yesus para imam tidak akan mempercayainya karena mereka tegar tengkuk katanya. Bagi Yesus para imam sudah menyelewengkan ajaran Tuhan Yahwe dan menyalahgunakan wewenangnya dengan membebani rakyat dengan kewajiban yang sebenarnya ditujukan untuk menguntungkan para imam tersebut. Semua yang dilakukan para imam adalah masalah duniawi bukan rohaniah atau sorgawi lagi. Terlebih lagi, para ahli taurat dan Farisi inilah yang bertanggung jawab atas pembunuhan lebih dari separuh jumlah nabi yang pernah diutus Tuhan. Mereka adalah orang munafik kata Yesus. Didepan sikap mereka manis tetapi maksud mereka penuh dengan tipudaya. Tangan mereka penuh dengan darah para nabi yang mereka bunuh. Mereka hanya memperkaya diri mereka dengan memeras rakyat melalui persembahan dan gila hormat dan kekuasaan. Inilah yang ingin diluruskan Yesus. Kerajaan sorga sudah diselewengkan katanya dan terlebih lagi generasi para imam ini adalah generasi yang jahat. Kekesalan Yesus memuncak ketika pada suatu malam dengan diam-diam imam besar Kayafas mendatangi Yesus untuk menanyakan ajaran Yesus. Ternyata imam besar Kayafas tidak mengerti akan makna kelahiran baru. “Bagaimana seseorang yang sudah dilahirkan bisa dilahirkan kembali” tanya Kayafas. Yesus menjawab: “Bagaimana kamu bisa mengerti masalah rohaniah sedangkan masalah duniawipun kamu tidak mengerti”. Kemudian merekapun bubar. Atas tegoran ini Jesuspun mendapatkan perlawanan yang semakin kuat. Jerusalem adalah ibukota wali negeri dan menjadi pusat pemerintahan. Jerusalem adalah kota yang paling ditakuti oleh Yesus karena disini tempat berdirinya Bait Yahwe dan merupakan pusat agama Yahudi yang diketuai oleh seorang Imam Besar. Imam Besar inilah yang pernah mendatangi Yesus secara diam-diam pada malam hari. Masuk Jerusalem berarti memasuki sarang lawan. Begitu amat takutnya Yesus untuk memasuki kota ini sehingga ia pernah berdoa sampai berkeringat dingin dan merasa ragu apakah mampu untuk melanjutkan misinya di Jerusalem. Sempat berpikir untuk mundur tetapi keinginannya yang lebih kuat mengalahkan keraguannya tersebut. Misi bunuh diri mungkin itulah kata-kata yang paling tepat. Yesus memberanikan diri mengajarkan ajarannya disarang lawannya.  Yesuspun kemudian memasuki kota Jerusalem dengan mengendarai seekor keledai dan kedatangannya disambut oleh rakyat banyak dengan menghamparkan pakaian mereka disepanjang jalan yang dilaluinya seraya menyerukan kata-kata pujian kepadanya, suatu sambutan yang membuat dengki para imam dan Farisi. Belum pernah rakyat memperlakukan mereka seperti itu. Tipu dayapun segera dibuat untuk menghabisi Yesus. Para imam bermufakat untuk membunuhnya. Mereka menghasut rakyat agar berpihak pada mereka dan mengatakan ajaran Yesus berasal dari iblis. Bagi mereka Yesus tak lebih berharga dari seorang perampok atau pembunuh. Agar perkara ini dapat diajukan kedepan raja, para imam membuat tuduhan-tuduhan, tetapi sayangnya tuduhan mereka tidak satupun yang dapat dibuktikan didepan raja. Tak mau kalah dengan tuntutannya, para imampun mengancam akan melaporkan raja kepada kaisar dengan tuduhan bahwa raja membiarkan seseorang yang mengaku sebagai raja orang Yahudi. Yesus kata mereka mengaku bahwa dialah sebenarnya raja orang Yahudi. Suatu hal diluar wewenang para imam, ini adalah masalah politik bukan masalah adat maupun agama. Suatu tuduhan yang tak berdasar sama sekali. Karena takut kehilangan tahta akibat huruhara yang semakin meluas Pilatuspun menyetujui tuntutan para imam tetapi dengan mencuci tangannya dipembasuhan dengan disaksikan oleh para demonstran seraya mengatakan bahwa ia tidak bersalah akan hal itu. Bagaimanapun akhirnya Yesus kalah dan berakhir ditiang salib dengan tuduhan makar kepada raja. Dalam tiga tahun menjalankan misinya, Yesus menghadapi banyak kendala. Bagaimanapun, sebagai nabi Yesus datang pada saat yang tepat disaat penyesatan mencapai titik puncaknya. Tak pernah seorang nabi dibunuh oleh suatu konspirasi imam-imam. Dari pimpinan tertinggi yaitu imam besar sampai terendah yaitu para imam terlibat dalam persekongkolan membunuh Yesus. inilah buktinya arti omongan Yesus mengenai angkatan yang jahat ini.

Selama mengikuti perkembangan penyergapan kelompok teroris di Temanggung, Jawa Tengah oleh kepolisian (Den 88) pada hari Jumat sore tgl 7 Agustus 2009 sampai keesokan harinya (Sabtu) yang ditayangkan secara langsung oleh hampir seluruh stasiun televisi nasional, tidak ada yang istimewa saya rasakan. Peristiwanya persis dengan penyergapan Dr. Azahari di Batu, Malang. Tetapi ketika pada konferensi pers pak Kapolri menyatakan bahwa rencana pemboman berikutnya adalah kediaman pribadi presiden RI di Cikeas, Bogor saya jadi terkesima. Alasannya adalah sebagai balas dendam kepada presiden yang menolak grasi Amrozi cs sehingga ketiga terpidana mati tersebut dieksekusi mati. Ini adalah keputusan yang diambil para teroris ketika berkumpul di Kuningan, Jawa Barat yang mana juga dihadiri oleh Noordin M. Top dan Ibrahim mantan karyawan JW Marriot dan Ritz Carlton. Suatu alasan yang salah karena yang memutuskan perkara tersebut adalah pengadilan dan para terpidana mati menolak meminta grasi walaupun para pengacara mereka toh melakukannya. Lokasi perakitan bom pun hanya berjarak 12 menit perjalanan macet dari kediaman presiden dan 600 kg bahan peledak beserta detonatornya sudah disiapkan berikut dengan kendaraan pengangkut dan pelaksana lapangan (”pengantin”). Tinggal menunggu hari H- nya saja yaitu dalam dua minggu kedepan. Begitulah skenario yang sudah dirancang dan dijalani oleh para teroris sesuai dengan kesaksian para teroris yang tertangkap dan olah TKP yang dilakukan kepolisian.

Peristiwa ini bermula dengan tertangkapnya Amir Abdillah- sang pemesan kamar 1808 di hotel JW Marriot- pada tgl 5 Agustus 2009 di Jakarta Utara. Dari mulut Amir Abdillah inilah diketahui lokasi para teroris lainnya. Ternyata lokasi markas mereka adalah di perumahan Puri Nusa Phala, Jati Asih, Bekasi. Polisipun segera melakukan pengintaian dengan menyamar sebagai buruh bangunan dirumah yang berdekatan dan sempat mengambil beberapa photo penghuni dan orang-orang yang pernah mampir ke rumah tersebut. Salah satu photo memperlihatkan ciri-ciri phisik gembong teroris yang tengah dicari yaitu Noordin M. Top. Karena alasan agar tidak menimbulkan korban yang besar, polisi baru melakukan penyergapan empat hari kemudian yaitu tgl 8 Agustus 2009. Hasil penyergapan, dua orang meninggal tertembak dan tiga orang berhasil ditangkap. Dari keterangan saksi yang tertangkap inilah dan bukti yang ditemukan di TKP terkuak rencana pemboman berikutnya. Dari interogasi yang dilakukan diketahui bahwa yang akan melaksanakan bom bunuh diri dengan cara meledakkan satu truk bahan peledak adalah Ibrahim, mantan karyawan JW Marriot dan Ritz Carlton yang sedang dicari-cari polisi. Ibrahim ternyata adalah lulusan Pakistan yang berhasil “diselundupkan” sebagai karyawan hotel Ritz Carlton dan JW Marriot dua tahun lalu. Ibrahim berhasil menjadi karyawan dan bertugas sebagai floorist (tukang bunga). Melalui dialah segala sesuatu diselundupkan kedalam kedua hotel tersebut sampai kegiatan memata-matai keamanan hotel. Peledakan kedua hotel tersebut berlangsung dengan baik walaupun tidak sesuai dengan rencana mereka seratus persen. Bom dikamar 1808 tidak meledak seperti yang diharapkan. Rencananya, bom dikamar 1808 meledak terlebih dahulu sehingga menimbulkan kepanikan kepada penghuni hotel sehingga diadakan evakuasi darurat. Ketika inilah akan terjadi penggerombolan massa di lantai dasar dan saat itulah bom kedua akan diledakkan. Kalau rencana ini berjalan sesuai rencana mereka, sudah pasti korban berjatuhan akan berjumlah seratusan orang. Korban yang begini besar tentu akan menimbulkan dampak yang luar biasa, dan para teroris ini akan lebih ditakuti. Tapi entah mengapa, bom dikamar 1808 tidak meledak walaupun sudah dalam keadaan aktip. Bom ini kemudian berhasil dijinakkan oleh team Gegana. Polisi kemudian memeriksa semua rekaman CCTV yang ada dan menemukan gelagat yang mencurigakan pada diri Ibrahim. Pada hari kejadian Ibrahim tidak masuk kerja dan sudah minta berhenti pada majikannya. Polisi kemudian menyatakan Ibrahim buron karena tak diketahui rimbanya.

Kepolisian telah menunjukkan komitmennya dengan brilian. Dalam waktu empat hari dapat menewaskan tiga teroris dan menangkap enam teroris lainnya. Suatu prestasi yang luar biasa. Presiden SBY pun kemudian dalam konferensi persnya menyatakan akan terus memburu para teroris karena ini bukanlah akhir. Sesuai dengan pola organisasinya, para teroris akan membentuk sel-sel baru dengan pimpinan baru, suatu PR yang berat buat Polri. Kapolri menyatakan bahwa satu-satunya cara yang efektif membendung aksi teror adalah adanya partisipasi masyarakat yang tidak masa bodoh terhadap lingkungannya. Lihat saja tempat tinggal para teroris yang berada dikawasan padat huni dan tidak ada yang mencurigai aktivitas yang mereka lakukan.

Seandainya saja rencana ini berjalan sesuai harapan mereka saya tidak bisa membayangkan dampaknya bagi bangsa ini. Sekarang sajapun hasil pemilu legislatip dan pemilu presiden/wapres masih disidangkan di Mahkamah Konstitusi. Bagaimana jika presidennya keburu dibom. Okelah Jusuf  Kala akan menggantikan beliau sesuai konstitusi sampai Oktober 2009, yang saya khawatirkan bagaimana jika MK memutuskan bahwa SBY dan Budiyono adalah pemenang pemilu eksekutif. Lantas siapa yang akan memimpin negara ini setelah Oktober 2009. Budiyonokah?. Para politisi pasti akan meributkan ini dan akan senantiasa mempertanyakan legitimasi pemerintahan yang baru dan mencari kesempatan untuk merebut kekuasaan karena toh undang-undang mengenai keadaan ini belum ada.  Apalagi kalau Mahkamah konstitusi memutuskan pemilu ulang, bagaimana pula ini. Di negara ini para politisi belum mempunyai etika politik. Tidak ada nasionalisme, yang ada ialah jabatan, rakyat nomor sekian. Negara bisa chaos. Dengan penyergapan dan penangkapan para teroris yang berhasil dilakukan polisi ini, mudah-mudahan kubu Megawati-Prabowo dan Jusuf Kala-Wiranto dapat menarik tuduhannya kepada presiden SBY perihal tudingan SBY akan adanya aksi teroris yang  berusaha membunuhnya karena memenangi pemilu dalam suatu konfrensi pers di istana negara tak lama setelah terjadinya aksi bom di JW Marriot dan Ritz Carlton. Bersikaplah sebagai negarawan, kepentingan negara jauh diatas kepentingan partai dan kelompok.

Belum lagi peristiwa ini selesai, sekarang ini sudah timbul pergunjingan akan mayat korban di Temanggung yang diduga mayat Noerdin M. Top. Pihak kepolisian sendiri belum berani memberikan keterangan seputar hal ini karena kepolisian tidak mempunyai data-data sidik jari, cetak gigi, maupun DNA Noordin M. Top. Tunggulah sampai minggu depan, kata kapolri, karena yang bisa dilakukan sekarang adalah mencocokkan DNA korban dengan DNA anak dan istrinya yang berada di Malaysia. Untuk sidik jari dan cetak gigi tidak bisa dilakukan karena pihak kepolisian Malaysia pun tidak memilikinya. Selama menunggu kepastian inilah akan berkembang isu yang macam-macam.

Di negri ini siapa yang tak kenal letjend (purn) Prabowo Subianto. Anak dari seorang begawan ekonomi dan mantan menantu presiden. Seorang prajurit, pebinis, dan sekarang masuk dalam dunia politik dengan membuat partai Gerindra dan ikut serta dalam pencalonan wakil presiden 2009-2014. Inilah kali kedua Prabowo berusaha untuk maju dalam pemilu wapres/cawapres setelah sebelumnya dalam tahun 2004 dia ikut dalam konvensi partai Golkar dan kalah.

Walaupun kalah dalam pencalonan wapres, tetapi sebagai pendatang baru, Gerindra memang memperoleh hasil yang memuaskan pada pemilu legislatip pusat dan masuk dalam 9 besar pemenang pemilu legislatip.

Ambisi untuk memerintah negri ini memang begitu membara dan cara yang ditempuhnyapun agak radikal. Prabowo tak peduli dengan fatsun politik diantara para mantan jenderal yang menabukan menjelekkan teman seangkatan. Dengan vokal Prabowo menceritakan kekurangan, kegagalan dan ketakbecusan SBY. Bukan dengan bahasa yang mumpuni, tetapi dengan bahasa yang membakar. Hal ini tidak dilakukan oleh koleganya yaitu Wiranto yang dengan bahasa yang santun membeberkan visi dan misinya tanpa menjatuhkan nama SBY.

Riwayat Prabowo sebenarnya tidak terlepas dari cerita pembangkangan, dan ketidak patuhan. Dimulai ketika dia masih menjadi taruna AKABRI waktu itu. Ketika para taruna liburan mereka diperintahkan untuk tidak boleh meninggalkan kota Jogjakarta tetapi Prabowo secara diam-diam terbang ke Jakarta. Hal ini kemudian ketahuan dan dia mengalami penurunan pangkat.

Setelah berdinas di Kopassandha di Den 81 anti terorpun, Prabowo tersandung dengan atasannya langsung Mayor Luhut Panjaitan. Kala itu Maret 1983 kapten Prabowo sebagai wakil komandan Den 81 menyiagakan seluruh pasukan Den 81 untuk melakukan kontra kudeta dengan cara menculik letjen. LB. Murdani dkk yang kala itu menjabat ass intel Hankam dan mengamankan Soeharto di markas Kopassandha Cijantung. Untunglah usaha ini keburu ketahuan oleh mayor Luhut yang kemudian membatalkannya dan menegur Prabowo atas kelancangannya dan memperingatkan bahwa Luhutlah “matahari” di Den 81 Kopassus. “Jangan ambil tindakan tanpa sepengetahuan dan persetujuan saya” kata Luhut. Dalam usaha untuk membela diri dan meyakinkan atasannya ini Prabowo sampai perlu memata-matai komandannya sendiri, Brigjen Jasmin dan kemudian menuding-nudingkan tangannya kepada komandannya karena tak mempercayainya. Amat tragis jika usaha Prabowo itu jadi dilaksanakan, maka sejarah hitam angkatan darat akan tercipta dan terlebih dampak buruknya bagi presiden Soeharto dan negara ini. Prabowo kemudian diberikan cuti oleh Luhut, dan Luhut sendiri mendatangi ayah Prabowo yaitu Prof. Soemitro Djojohadikusumo dan mengatakan bahwa Prabowo sedang stress. Kecurigaan Prabowo ternyata tidak terbukti karena dikemudian hari letjen LB. Moerdani oleh Soeharto ditunjuk sebagai menhankam/pangab menggantikan jend. M. Jusuf. Beberapa tahun kemudian Prabowo dipindah tugaskan ke Kostrad atas perintah KSAD Rudini dan menjadi wakil komandan batalyon disana. Alasan pemindahan sudah jelas karena usaha percobaan penculikan para jenderal yang pernah ingin dia lakukan. Atas surat perintah inipun Prabowo mempertanyakannya kepada pimpinannya yaitu brigjen. Sintong Panjaitan. Mempertanyakan keputusan pimpinan adalah hal tabu bagi kalangan militer dan bisa berakibat pemecatan, tetapi Prabowo melakukannya. Protes Prabowopun kemudian disampaikan Sintong kepada petinggi ABRI, tetapi saran mereka agar Sintong melupakannya.

Dikostrad Prabowo diperlakukan seperti raja. Prabowo sudah dicap sebagai putra mahkota untuk menggantikan Soeharto dikemudian hari. Disini banyak pejabat militer yang antri untuk diperkenalkan kepada Prabowo. Biasalah, walaupun pangkat Prabowo baru mayor, tetapi sampai para jenderalpun ingin berkenalan dengannya. Prabowo punya link khusus dengan Soeharto dan mampu mempengaruhi keputusan beliau. Karir Prabowopun bersinar hingga ia menjadi komandan brigade di kostrad hingga kemudian ia ditarik kembali kekesatuan Kopassandha dan menjadi komandan pada tahun 1995 dengan pangkat Brigjen. Suatu promosi yang sangat baik untuk  mengejar jenjang tertinggi dibidang militer. Tidak hanya itu, Prabowopun mendapat mandat untuk mengembangkan Kopassandha yang semula 3000 an orang menjadi 6000 an dan Kopassndha berubah nama menjadi Kopassus. Disinilah suatu skenario sudah dirancang untuk karir Prabowo oleh sang mertua. Dengan 6000 an prajurit maka pangkat Prabowopun segera diangkat menjadi Mayjen dan jabatannya menjadi komandan jenderal Kopassus. Hal ini menyalahi prosedur kepangkatan ditubuh ABRI yang melaksanakan evaluasi kepangkatan hanya dua kali dalam setahun kecuali dalam hal kenaikan luar biasa. Prabowo naik pangkat dua kali dalam tempo delapan bulan, dan itu bukanlah karena prestasi luar biasa. Selain itu pengembangan Kopassus menjadi 6000 an personil menyalahi rencana strategis (renstra) angkatan darat yang telah menciutkan jumlah kodam dan menghapus peran kowilhan di tanah air. Penciutan Kopassus juga dilakukan seiring dengan renstra AD tersebut pada tahun 1985. Dari 6644 jumlah personil kemudian diciutkan menjadi 2300 an. Setelah Prabowo menjadi komandan Kopassus, jumlah personilnya kemudian ditambah lagi. Tentu saja hal ini dilakukan untuk mengatrol bintang Prabowo. Tak sulit untuk menduga kemana setelah ini Prabowo akan dibawa oleh sang mertua. Ya tak salah lagi, komandan Kostrad dengan tiga bintang di bahu. Setelah itu, ya kepala staf angkatan darat (KSAD), lalu panglima ABRI dengan empat bintang di bahu. Selanjutnya suksesi Soeharto kepadanya menjadi orang nomor satu di negara ini. Ditengah jalan karir Prabowo tersendat karena sang mertua dipaksa lengser oleh aksi reformasi yang dimotori oleh mahasiswa dan menyerahkan kekuasaannya kepada wakilnya BJ. Habibie pada 21 Mei 1998. Tak puas dengan perlakuan yang dialami mertua, Prabowo kemudian memerintahkan kastaf Kostrad mayjen. Kivlan Zein dan danjen Kopassus mayjen Muchdi PR untuk meminta surat sakti kepada jenderal besar AH. Nasution yang isinya agar menunjuk KSAD Soebagyo HS sebagai pangab, Prabowo sebagai KSAD, dan posisi Wiranto cukup sebagai menhankam saja. Hal ini perlu dilakukan Prabowo karena sebagai presiden yang baru dilantik, Habibie harus segera menyusun kabinet. Kemudian surat ini diantar kepada presiden Habibie. Usulan ini tidak disetujui, yang mana Habibie tetap mempertahankan Wiranto sebagai menhankam/pangab. Lihatlah bagaimana sepak terjang Prabowo yang dengan bebasnya hendak mempengaruhi keputusan presiden seperti yang biasa dia lakukan kepada mertuanya. Atau dia ingin menakut-nakuti presiden yang baru karena sebagai presiden pengganti, posisi Habibie gamang terhadap aksi penolakan oleh masyarakat dan terlebih oleh kalangan militer. Alah bisa karena biasa, kata pepatah.

File:Suharto resigns.jpg

Suasana demonstrasi memang sedang puncak-puncaknya di ibukota dan Prabowo tanpa melaporkannya kepada menhankam/pangab kemudian mengimpor pasukan Kostrad dari Jawa Timur dan Kariango Sulsel. Tak hanya itu dia juga mengerahkan para prajuritnya untuk bergerak di ibukota  dengan dalih menjaga keamanan tanpa dibawah perintah B/P pangdam Jaya mayjen. Syafri Samsudin. Hal inilah yang dilaporkan oleh Wiranto kepada Habibie bahwa terdapat pasukan tak dikenal berkeliaran di Jakarta, terlebih disekitar kediaman presiden. Tak senang atas perlakuan Prabowo, presiden pun memberikan perintah kepada Wiranto untuk mencopot jabatan Prabowo sebelum matahari terbenam dan menggantinya dengan pejabat yang baru. Walaupun dengan tegas memerintahkan menhankam/pangab untuk mengganti Prabowo, Habibie juga mempunyai kekhawatiran kalau keputusannya ini berdampak penolakan dari kalangan militer sehingga loyalitas ABRI terhadap presiden yang baru tidak ada. Atas saran Sintong Panjaitan, keputusan ini tetap dilaksanakan dan tidak  akan berdampak negatip buat pak presiden karena orang-orang yang dekat dengan Prabowo hanyalah berdasarkan kepentingan pribadi, bukan karena kesepahaman idealisme, jelas Sintong. Tahu bahwa dirinya akan dipecat, Prabowopun dengan disertai dua belas orang pengawalnya menerobos masuk istana presiden tanpa aturan protokoler istana. Para pengawal istana tidak berani membendung Prabowo karena tahu siapa dia. Dengan pistol dipinggang Prabowo memaksa untuk bertemu presiden. Untunglah usahanya ini keburu ketahuan oleh Sintong Panjaitan yang merupakan staf ahli hankam Habibie yang segera menanyakan maksud kedatangannya. Prabowopun diminta oleh Sintong untuk menanggalkan pistolnya sebelum bertemu presiden. Keluar dari kamar kerja presiden, Prabowo membanting pintu yang membuat presiden terkejut oleh tingkahnya ini. Sekali lagi Prabowo mempertanyakan dan mendebat keputusan atasannya yang tabu dilakukan oleh seorang prajurit. Tak hanya itu, ayah Prabowopun ingin bertemu presiden untuk mendapat kejelasan mengenai keputusan ini yang mana hal ini kemudian dilakukan melalui telepon kepada pak presiden. Banyak orang dibuat geleng kepala oleh sepak terjang Prabowo, terlebih ketika Prabowo bisa memberikan perintah kepada komandan Kopassus, Mayjen Muchdi PR hal mana tidak terdapat dalam garis komando dan mengatur posisi jenderal atasannya. Bagaimana mungkin seorang bintang tiga bisa mengatur jenderal bintang empat. Prabowo mau kudeta, bisa jadi tapi atas tindakannya ini Prabowo tak pernah diadili. Lantas Prabowo dicopot dan mendapat posisi baru sebagai Dan Seskoad di Bandung. Posisi yang diluar jalur komando, non tempur, tidak mempunyai pasukan dan cukup jauh dari Jakarta sehingga pengaruhnya bisa direduksi. Disinilah kemudian Prabowo dituduh ikut terlibat dalam operasi Mawar, yaitu operasi intelijen untuk menculik dan menghabisi para aktivis semasa dia menjabat sebagai danjen kopassus. Oleh Dewan Kehormatan Perwira (DKP),  SBY termasuk anggotanya, Prabowo diusulkan kepada pangab agar diberhentikan dari dinas militer. Alasannya adalah prabowo ikut bersalah karena tidak mengetahui sepak terjang yang dilakukan oleh anak buahnya. Seperti diketahui umum, operasi mawar dilakukan oleh team mawar yang berasal dari kesatuan Kopassus. Secara garis komando, komandan Kopassus tidak menentukan operasi yang dilakukan oleh anggotanya. Komandan Kopassus hanya bertugas dalam hal menyiapkan pasukan tetapi setiap penugasan haruslah dilaporkan kepada komandan Kopassus, sebelum atau sesudah operasi. Disinilah Prabowo tersandung. Banyak orang tidak puas dengan keputusan DKP ini karena dalang yang sesungguhnya belum terbongkar. Apakah Prabowo melindungi seseorang?. Ini adalah pertanyaan besar yang diharapkan akan ketahuan dengan berjalannya waktu. Usulan pemberhentian ini kemudian disetujui pangab. Wiranto. Prabowo diberhetikan dari dinas militer dalam usia 47 tahun dengan bintang tiga dipundak. Suatu karir yang cemerlang, dan kalau segalanya sesuai rencana bukan tak mungkin pada usia 48 tahun dia meraih bintang keempatnya karena dia sudah menjadi panglima kostrad selama 2 tahun. Prabowo tentu amat kecewa dengan keputusan DKP ini, terutama menimbulkan dendam kepada SBY yang kemudian menjadi presiden. Terhadap Wiranto kemudian menimbulkan rivalitas. Tak ada yang membela Prabowo atas keputusan pemberhentiannya, semuanya setuju-setuju saja. Lalu dimana kroni-kroninya yang dulu mendapatkan begitu banyak privilege (keistimewaan) darinya?. Mengharapkan bantuan mertua adalah tak mungkin karena sang mertuapun sedang menghadapi banyak tuntutan hukum.  Tak seorangpun yang berani tampil untuk membantu Prabowo.

Tak lama berselang Prabowo ikut dalam konvensi partai Golkar untuk menjaring calon presiden. Disini Prabowo kalah dari rivalnya Wiranto yang ingin dia gantikan ketika masih aktip dimiliter.

Dicopot dari komandan Kostrad, diberhentikan dari dinas militer dengan tidak hormat, kalah dalam konvensi partai Golkar, membuat Prabowo tak mempunyai jabatan apapun didalam negri. Kemudian Prabowo menghilang dari panggung perhatian negri ini. Isunya dia berbisnis ke Jordania karena raja jordania adalah sahabatnya. Selama 10 tahun Prabowo menghilang dan kembali lagi dengan kekayaan yang melimpah ruah. Langkah pertama yang dilakukannya setelah come back adalah menjadi ketua organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Setelah itu mendirikan partai politik baru yang bernama Gerindra (gerakan Indonesia Raya) dan ikut pemilu seperti yang diceritakan diatas. Dialah cawapres terkaya dengan kekayaan senilai hampir 1,7 trilyun rupiah. Dari kekayaan yang diperoleh selama 10 tahun ini orang bertanya-tanya, bisnis apa yang digelutinya. Jaman susah kok bisa kaya mendadak. Jawabannya karena bisnisnya ada di Kazakstan dan Brazilia yang tak terpengaruh situasi politik tanah air. Kemungkinan besar dia bermain disektor minyak. Fulus, fulus. Selain itu, bukankah dia anak seorang bankir terkemuka dan mantan menantu mantan presiden?.

Melihat riwayat perjalanan karir Prabowo sebenarnya dia hanya pantas berpangkat kapten karena dengan usaha melakukan penculikan para jenderal, Prabowo layak diberhentikan dengan tidak hormat dari dinas militer. Tetapi lihatlah bagaimana seorang kapten berseragam jenderal telah ikut serta dalam kekacauan negri ini. Jika saja Prabowo bersama Megawati berhasil memenangkan pemilu presiden negeri ini, sudah dapat dibayangkan bagaimana jalannya pemerintahan tersebut. Dualisme pemerintahan pasti terjadi dan korbannya adalah rakyat. Syukurlah hasil rekapitulasi KPU sudah keluar dan pemilu capres/cawapres hanya satu putaran. Walaupun telah dinyatakan kalah oleh KPU, kubu Megawati-Prabowo belum menanda tangani hasil resmi KPU tersebut. Disini watak Prabowolah yang dominan mempengaruhi kubu Megawati. Watak pembangkang, dan selalu mendebat keputusan atasannya demi keuntungannya sendiri.

Para pengamat mengatakan pemilu 2009 ini bukanlah akhir dari Prabowo karena mengingat usianya yang masih 58 tahun, dia masih mempunyai kesempatan untuk ikut bersaing dalam pemilu 2014. Pada saat itu persiapan Prabowo lebih matang karena dia sudah memiliki mesin politik dan pemilih fanatisnya. Dana tidak masalah. Kalau Prabowo mau serius,  lima tahun   kedepan harus dia pergunakan untuk menarik simpati masyarakat dengan perbuatan-perbuatan nyata terutama dia harus bisa meyakinkan masyarakat atas tuduhan-tuduhan miring yang ditujukan pada dirinya, suatu PR yang amat berat. Selain itu, tidaklah harus menjadi presiden atau wapres untuk dapat membangun negeri ini. Dengan dana, pengaruh, dan koneksi yang dimilikinya, Prabowo sangat mampu membangun negri ini lewat jalur non eksekutip. Lewat jalur legislatif di DPR dan DPRD saja Prabowo melalui Gerindranya dapat mengontrol kebijakan pemerintah agar selalu melakukan yang terbaik buat rakyat. Ketimbang sibuk membela diri terhadap tuduhan-tuduhan yang dilontarkan kepada dirinya, lebih baik dia berbuat kebaikan bagi rakyat kecil seperti pedagang, petani, dan nelayan yang sering dia gembar gemborkan dalam iklan kampanyenya. Semakin dia defensif terhadap tuduhan- tuduhan tersebut bisa saja malah akan menghasilkan tuduhan baru pula yang selama ini belum diketahui publik. Harap diingat bahwa Prabowo adalah produk KKN Soeharto dan sangat dekat dengan beliau beserta keluarganya dan kroni-kroninya. Begitu banyak hal yang tidak disukai oleh rakyat ini terhadap Soeharto dimana Prabowo termasuk didalamnya. Waktu berlalu, orang-orang yang masih melindungi Soeharto dan kroninyapun akan berlalu dan digantikan oleh orang baru yang tidak mempunyai kepentingan dengan Soeharto. Kalau ini terjadi dikawatirkan semakin banyak borok-borok Prabowo akan diketahui umum. Rakyat Indonesia mudah lupa dan gampang memaafkan, lebih baik Prabowo bersikap low profile dan menerima masa lalu sebagai kesalahan dan berusaha menebus kesalahannya dengan membangun negeri ini dengan tindakan nyata. Kalau ini dia lakukan simpati rakyat akan banyak tercurah kepadanya.

Inilah suatu negri yang porak poranda karena ambisi ingin menjadi penguasa negri. Luluh lantak dan tak tahu harus dimulai darimana untuk membangunnya kembali. Penguasa de facto negri ini adalah para warlord (panglima perang) lokal. Tak ada hukum, semua masalah diselesaikan dengan peluru. Hari ini kawan besok lawan adalah hal yang biasa terjadi. Penghianatan adalah menu sehari-hari para penguasa lokal. Lantas mengapa ini semua bisa terjadi. Jawabannya  bermula berpuluh tahun lalu ketika negara ini berubah dari monarki menjadi republik. Disinilah titik awal musibah. Rakyat belum mengerti demokrasi.  Tak heran karena pendidikan rakyat masih sangat minim, tingkat ekonomi jauh dibawah layak. Kaum politikus hanya sibuk mengejar jabatan dan lupa akan tugasnya membangun negri. Timbullah KKN. Lalu datanglah si penakluk Uni Soviet dengan peralatan perangnya ingin menaklukkan negri. Hasilnya Afganistan tak pernah bisa ditaklukkan seluruhnya terutama didaerah pegunungan dan pedalaman yang jauh dari kota. Disini perang gerilya merajalela seolah olah mentertawakan mesin perang Uni Soviet yang tak berdaya. Perang secara sporadis terus berlangsung dengan korban tentara pendudukan yang semakin banyak. Dilain pihak ongkos perang yang harus ditanggung oleh negara Uni Soviet mulai tak dapat ditangggung. Biaya perang yang membengkak, nilai ekonomis yang tidak memadai, dan secara politik invasi ke Afganistan menjadi duri dalam daging. Belum lagi perang dinginnya dengan blok barat menyita begitu besar perhatian. Kalau hanya fokus pada Afganistan tentu saja Uni Soviet bisa kecolongan. Inilah yang akhirnya membebani pikiran para pemimpin politbiro di Kremlin dan malangnya keputusan pahit harus diambil. Amerika saja punya mimpi buruk di Vietnam, kalau kita pergi dari Afganistan gak malu-malu amat. Mungkin itulah “execuse” yang diperoleh oleh pemimpin di Kremlin.

Akhirnya Uni Soviet  hengkang dari Afganistan dan meninggalkan banyak arsenalnya yang kemudian dirampas oleh pejuang Afganistan. Afganistan ditinggalkan tanpa ada penguasa baru yang menggantikannya. Para komandan perang kemudian saling mengklaim daerah kekuasaannya. Disinilah sebenarnya secara de facto Afganistan sudah bubar. Negara sudah terpecah belah dan tidak ingin membentuk suatu pemerintah yang satu.

A Taliban fighter looks through binoculars in an undisclosed location in Afghanistan July 14, 2009.

Lalu datanglah harapan baru untuk merubah keadaan negara yang porak poranda. Taliban dengan semangat pembaruannya ingin mempersatukan negara dan mereka berhasil menguasai Afganistan. Suatu pemerintahan yang banyak didukung oleh dunia internasional. Tetapi ini tidak berlangsung lama karena lambat laun mulai kelihatan apa maunya mereka. Taliban melakukan banyak perubahan fundamental yang mengakibatkan terjadinya friksi dengan “supporternya” diluar negri. Sikap Taliban mulai disoroti oleh dunia internasional terutama oleh negara-negara timur tengah yang tidak menyukai perubahan yang mereka lakukan. Hukum yang diberlakukan terlalu kejam bagi penduduk dan sangat diskriminatip bagi kaum hawa. Taliban berarti anti kemajuan. Hal ini mungkin mirip dengan “kembali ke tahun 0″ nya Pol Pot di Kamboja. Semua harus diset back karena tidak sesuai dengan ajaran yang sebenarnya yaitu ajaran Islam kilah mereka. Tidak hanya itu mereka tidak taat pada kepentingan negara lain, yang penting adalah kita masa bodoh dengan negara lain.

Dunia kemudian semakin tidak mengerti ketika mengetahui bahwa Taliban ternyata membiayai pemerintahannya dengan menjual opium. Tanah Afganistan cocok untuk menanam pohon jenis ini sehingga muncullah Afganistan menjadi pemasok opium terbesar didunia mengalahkan segitiga emas di Asia Tenggara. Puncak kemarahan negara barat adalah ketika mengetahui bahwa teroris yang menyerang negara mereka yaitu Osama bin Laden  dilindungi dan bergerak bebas di Afganistan. Inilah yang kemudian menjadi alasan atas invasi negara barat ke Afganistan. Perang baru segera dimulai. Langkah pertama yang dilakukan adalah menunjuk dan melantik presiden baru Afganistan yang masih termasuk berdarah biru yang sudah lama tinggal dinegara barat. Inilah presiden boneka yang diharapkan mampu mempersatukan rakyat Afganistan dan manut akan keinginan barat. Penggelaran pasukan sekutu sudah dilaksanakan dan menghadapi lawan yang sudah banyak makan asam garam perang gerilya. Tak hanya itu pasukan sekutu juga menghadapi musuh alam pegunungan dan iklim yang sangat ekstrim. Mampukah sekutu melawan Taliban dan menangkap Osama bin Laden ataukah sekutu akan bernasib sama dengan Uni soviet dan Afganistan menjadi Vietnam keduanya.

US forces start their march in the early morning to advance through the Nawa district in Helmand province.

Police officers inspect the damage after an explosion went off at the Marriott hotel in Jakarta, Indonesia, Friday, July 17
Pagi hari belum masuk pukul 08.00 wib  meledaklah bom didua hotel bintang lima di ibukota Jakarta. Korban manusia berjatuhan, tetapi korban yang sesungguhnya adalah rakyat Indonesia. Sektor pariwisata dan pertandingan MU vs Indonesia all stars menjadi korban pertama dan akan disusul korban lainnya seperti nilai tukar rupiah, IHSG, dllnya. Apa motive serangan bom kali ini. Dengan cepat dan emosional presiden SBY mengeluarkan pernyataan pers bahwa ada indikasi serangan ini berkaitan dengan pemilu presiden dan wapres di Indonesia, sesuatu hal yang baru karena selama ini serangan ini ditujukan sebagai reaksi anti Barat (yang anti Islam). Tidak bisa menyerang langsung kenegaranya seranglah kepentingannya diseluruh dunia tak peduli apakah itu merugikan negara dimana aksi itu digelar.

Bermacam reaksi kemudian bermunculan terutama dari capres dan cawapres yang merasa mereka dituding oleh pernyatan presiden ini. Seperti yang terjadi pada awal serangan bom teroris di Indonesia yang kala itu menuduh JI dibalik serangan itu, beberapa tokoh nasional kemudian ribut dan menuduh Indonesia sebagai antek Amerika Serikat. Kala itu kepala BIN Hendropriyono memberitahukan kepada wapres Hamzah Haz bahwa Indonesia sudah disusupi oleh teroris JI tetapi reaksi para pemimpin kita sangatlah kontra produktip. Alhasil terjadilah serangan bom disana sini sehingga Indonesia dicap sebagai sarang teroris.

Tak bisa dipungkiri, Indonesialah negara yang paling sukses dalam mencegah atau menyingkap pelaku teror di dunia ini. Amerika dan sekutunya saja belum mendapatkan hasil yang memadai padahal badan intelijen mereka adalah yang paling canggih didunia. Tetapi bagaimanapun juga presiden amat kecewa dengan kejadian ini karena dengan susah payah beliau telah membangun negri ini sehingga dalam waktu hampir 5 tahun tidak terjadi lagi aksi bom ditanah air. Lantas siapa yang salah atau apa yang salah. BIN telah bekerja dengan baik, kepolisian juga (DEN 88). Jawaban yang paling mungkin adalah karena Indonesia ini terlalu luas untuk dikontrol, banyak pintu keluar masuk. Otak dan pelaku teror banyak yang bukan warganegara Indonesia.

Dari tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan satu kepala dan kulit muka tanpa badan dimana kemudian kapolri mengeluarkan statement bahwa peledakan ini dilakukan oleh pembom bunuh diri. Hal spesifik yang dilakukan oleh jaringan teroris sebelumnya tapi apakah mereka melakukannya demi alasan politik?. Pemikiran inilah yang sekarang sedang berkembang dimasyarakat. Mudah-mudahan kasus ini dapat dengan cepat terungkap motivasinya dan sukur-sukur pelaku dan jaringannya dapat digulung. Tidak ada tempat di Indonesia ini untuk aksi seperti ini dan tidak ada untungnya bagi Indonesia malah kerugiannya amat luar biasa. Presiden SBY telah bersumpah demi rakyat Indonesia yang amat dia cintai akan bersikap tegas, tepat, dan benar dalam mengungkap teror bom kali ini.

indahnya pantaiSudah lebih 20 tahun saya meninggalkan kota dimana saya dibesarkan dan ketika kembali saya menemukan keadaan yang tidak banyak berubah mungkin bisa dikatakan dikota ini seolah-olah waktu tidak berjalan. 20 tahun lalu dan sekarang hampir tidak ada perubahan. Kondisi ekonomi nyaris stagnan walaupun pendapatan daerah dari sektor pertanian terbilang bagus. Reformasi belum menjangkau kota ini walaupun demonstrasi kadang-kadang terlihat. Hubungan eksekutip dan legislatip sudah bentrok dan korbannya adalah rakyat dan pelayanan umum. Gedung pemerintahan peninggalan masa kolonial yang merupakan kebanggaan kota dan simbol kota sudah tidak terurus. Pulang dari kota besar ingin membuka usaha dikota inipun sulitnya bukan main karena semuanya harus berurusan dengan ibukota propinsi yang waktu tempuhnya satu setengah jam.

Pemilu legislatif dan pemilu capress dan cawapres telah berlalu. Kelihatannya dari hasil tabulasi bahwa partai-partai tertentu dan capres/cawapres tertentu yang menang didaerah ini. Ini tak mengherankan karena secara kultur politik negri ini daerah ini sama dengan mayoritas daerah pemilihan lainnya di tanah air. Biru memang warna laut dan daerah pesisir tepi laut tapi biru juga menjadi warna pada daerah dataran tinggi yang secara geopolitik berwarna hijau. Harapan rakyat tidak terlalu berlebihan pada siapapun yang akan memerintah negeri ini karena kekecewaan pada perubahan yang diharapkan pada awal reformasi hanya saja mereka masih mengharapkan ada pemimpin yang jujur dan berusaha keras merubah taraf kehidupan rakyat banyak yang tidak banyak berjanji tetapi telah banyak memberikan bukti pada masyarakat.

Ada satu hal yang menarik dikaji sekarang ini adalah isu mengenai pembentukan suatu propinsi baru yang berbuntut pada demonstrasi anarkis dan mengakibatkan meninggalnya ketua DPRD l karena terkena serangan jantung. Kasusnya sekarang sedang ditangani oleh judikatip provinsi. Masyarakat banyak yang bertanya-tanya perlunya pembentukan provinsi tersebut atau apakah itu hanya untuk kepentingan segelintir elit lokal saja demi mengejar jabatan dan kepentingan golongannya. Harus diakui bahwa setelah sekian lama merdeka banyak daerah yang tidak dikelola dengan benar sehingga memunculkan banyak problem ekonomi dan sosial. Lihatlah negri ini pembangunan hanya terpusat pada kota-kota besar saja dan sentra ekonomi pun terjadi diperkotaan walaupun pusat kegiatan ekonominya berada jauh dari perkotaan nun jauh di daerah pedesaan alias terjadi eksploitasi sumber ekonomi dipedesaan sedangkan hasilnya dihabiskan diperkotaan. Siapa yang jadi korban tak lain adalah rakyat yang terlibat dalam kegiatan ekonomi dipedesaan tetapi mereka tidak menikmati hasilnya. Desa tetap menjadi desa sedangkan kota menjadi semakin metropolis dengan kehidupan hedonnya. Rakyat desa menjadi pekerja rodi orang kota. Suatu bentuk penjajahan model baru neo-feodalisme dan dilakukan oleh anak-anak negri ini sendiri. Besar harapan masyarakat terhadap siapapun yang terpilih nantinya agar melakukan pemerataan pembangunan. Isu bantuan pedesaan tentu saja disambut gembira tetapi akan ditentang habis-habisan oleh kaum borjuis yang tinggal diperkotaan. Sebagai perbandingan saja ketika harga CPO jatuh bebas pemerintah tidak memberikan subsidi kepada petani tetapi lihatlah ketika Garuda dan Krakatau merugi berapa trilyun uang yang diberikan pemerintah kepada mereka dengan alasan yang macam-macam belum lagi kebijakan yang memang dibuat tidak pro rakyat. Subidi demikianlah cara yang paling tepat dilakukan pemerintah sekarang ini terhadap petani. Industrialisasi tidak boleh mengorbankan bidang pertanian apalagi kebijakan industrialisasi kita sudah melenceng dari tujuan semula yang tidak menopang sektor pertanian.

Kembali kedaerah setelah melihat banyak hal diluar sana memang menyedihkan. Apa yang bisa saya lakukan untuk bisa berkembang didaerah ini dan syukur-syukur bisa membantu membuka bidang pekerjaan pada orang lain. Apakah 10 tahun lagi daerah saya ini akan berkembang pesat meninggalkan daerah pemekaran baru yang sudah terlebih dahulu lebih maju dari dia inilah yang menjadi pertanyaan besar bagi saya sekarang ini. Melihat gelagatnya 10 tahun kedepan daerah ini akan tetap seperti sekarang ini. Suatu episode yang memilukan.

Baru-baru ini terjadi aksi penolakan terhadap pemindahan satu SMU dengan alasan terletak di pusat kota yang telah diperuntukkan untuk lokasi keramaian. Aksi penolakan berlangsung selama 2 hari diliput oleh media massa. Pemerintah kota mengatakan telah melakukan ruislag dan memindahkan SMU tersebut kepinggir kota. Keputusan ini sudah disetujui oleh DPRD kota jadi tidak ada masalah dalam mengeksekusinya. Masalah baru timbul bagaimana dengan nasib sekolah yang lain yang berada satu lokasi dengan SMU tersebut. Bagaimana nasib taman makam pahlawan yang juga berada didekat lokasi akankah itu semua akan diruislag demi pengembangan kota. Sudahkah kota ini memiliki master plan atau road map yang baik. Sebenarnya kota ini mau dibuat apa. Kota perdagangankah, pariwisatakah, pelajarkah?. Tak ada yang tahu persis sampai saat ini.

Arus reformasi telah menyeret pak bupati dan anggota dewan untuk mengajukan pemekaran wilayah ke pusat. Bukan hanya itu, ternyata ibukota kabupaten yang sekarangpun ikut dipindahkan. Hal ini sah-sah saja dan sesuai undang-undang jika potensi dan kelayakan daerah sudah sesuai dengan yang digariskan. Pemindahan ibukota kabupaten kedaerah kecamatan yang belum mempunyai infrastruktur dan fasilitas umum yang memadai membuat pelayanan umum mundur 20 tahun kebelakang. Dana yang sangat besar dibutuhkan untuk membangun semua sarana dan prasarana yang diperlukan agar kecamatan tersebut layak menjadi ibukota kabupaten. Suatu ongkos yang besar bagi reformasi yang ujung-ujungnya membebani APBN negri ini. Disinilah kemudian beredar opini publik bahwa pemindahan ibukota kabupaten ini semata-mata hanyalah untuk kepentingan suatu kaum atau golongan agar identitas golongan tersebut dapat dipelihara dan memiliki superioritas terhadap golongan atau kaum lainnya. Seperti banyak diketahui oleh masyarakat bahwa  karena begitu banyaknya terjadi arus migrasi suku lain kedaerah ini mengakibatkan suku asli tidak dapat mempertahankan identitasnya dan termarjinalkan dan mereka memilih berkonsentrasi kesuatu wilayah. Wilayah inilah yang kemudian dipilih oleh pak bupati yang merupakan putra asli daerah untuk menjadi ibukota kabupaten yang sekarang ini yang jika pemekaran disetujui oleh pusat wilayah geografis yang lama banyak terpisah dari wilayah administrasi yang sekarang ini. Cara ini seperti mengamputasi bagian tubuh yang sudah busuk. Lantas kabupaten yang baru natinyapun tidak beribukota di kota yang lama. Kota lain sudah dipersiapkan yang mempunyai persoalan sama tidak memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk menjadi ibukota kabupaten. Disini anggaran yang besar diperlukan lagi. Terus mau dikemanakan aset pemda seperti gedung perkantoran dan lahannya. Belum ada pemikiran sampai sejauh itu yang penting ibukota harus pindah dan wilayah harus mekar ini proyek besar bisnis besar  banyak kesempatan.